Hasil pencarian...
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Belajar Dari Kegagalan

Berawal dari kegagalan, ya itulah salah satu kata-kata yang sering terucapkan dari orang-orang yang telah mencapai kesuksesan dalam hidup terutama dalam menempuh karir selama perjalanan hidupnya.
Sukses secara mendadak jarang sekali dialami oleh orang-orang, apalagi kesuksesan tersebut diperoleh dari hasil jerih payah yang biasanya memakan waktu yang cukup lama. Dimulai dari titik nol hingga mencapai titik tertinggi, yups itulah yang diharapkan semua orang jika ingin menjadi sukses dengan hasil keringat sendiri dan rela berkorban terhadap waktu dan tenaga.

Orang yang kaya mendadak biasanya terjadi ketika seseorang tersebut memenangi suatu undian dengan hadiah yang sangat fantastis. Atau bisa dari turun temurun yakni warisan dari pendahulunya yang mewariskan sebagian atau keseluruhan harta terhadap keturunannya yang bersangkutan. Tapi itu tetap rezeki yang sudah digariskan dari Yang Maha Kuasa.

Susunan kata-kata yang membentuk kalimat dan tersusun baris berbaris diatas dapat dijadikan gambaran bagaimana proses terjadinya kesuksesan yang telah diraih oleh orang-orang sebelumnya. Jika kesuksesan tersebut kita raih seperti yang diceritakan pada paragraf pertama, maka itu akan menjadi cerita sejarah pribadi yang menarik jika itu dialami oleh diriku sendiri.

Untuk menjadi sukses, maka sudah pasti kegagalan juga pasti akan menghadang jalan seseorang. Aku sadar bahwa kegagalan bukanlah suatu penghalang yang tidak dapat dihindari dan disingkirkan, justru itu merupakan pelajaran yang harus dipahami dan dihayati untuk mengurangi resiko kegagalan terjadi di masa mendatang. Dengan mempelajari kegagalan tersebut, pastinya aku sudah mendapat gambaran jika kegagalan tersebut mampir kembali di suatu saat.

Setidaknya apa yang sudah kutulis pada artikel ini dapat menyadarkan diriku sendiri ketika kegagalan tersebut kerap sekali kualami seperti saat-saat sekarang ini. So, aku tidak boleh menghindar begitu saja, aku harus menjadikan ini pelajaran sebagai persiapan dimasa mendatang jika ini terulang kembali.

Wassalam..


baca selengkapnya »»  

Masuk Kerja

Hari ini merupakan hari pertama kalinya saya bekerja disebuah perusahaan yang bergerak pada bidang saham. Perusahaan ini bertempat di daerah Kota Medan yakni satu lokasi dengan gedung Plaza Paladium di dekat kantor walikota Medan.

Perusahaan ini berfokus pada Pialang atau perantara bagi para nasabah ingin bertransaksi pada bursa saham, Forex (Foreign Exchange), Commodity, Index Futures serta beberapa produk yang berkaitan didalamnya.

Walau pekerjaannya lumayan rumit, sebab kami disuruh mencari nasabah untuk berkecimpung didalamnya. Dan juga untuk meningkatkan jumlah komisi dimana merupakan upah diluar gaji pokok bulanan. Tapi ya jadilah untuk mencari pengalaman serta pemahaman tentang dunia saham. Dimana rasanya masih awam sekali pengetahuan ku tentang saham.

Wassalam...

baca selengkapnya »»  

Indonesia Peringkat Ke-40 E-Government 2013

Indonesia menempati peringkat ke-40 dari 55 negara di dunia sebagai negara penerap sistem e-Government dalam menjalankan sistem pemerintahan berbasis teknologi. Negara Indonesia masih tertinggal dari anggota negara Asean seperti Vietnam (37), Brunei (31), Malaysia (24) dan Thailand (20). Sementara peringkat pertama e-Government juga berasal dari anggota negara Asean yakni Singapura (1) yang berhasil mengumpulkan point sebanyak 94.00 yang disusul Finlandia (2) yang memiliki point sebanyak 93.18. Dan ini adalah untuk yang ke-5 kalinya Singapura menempati peringkat satu secara berturut sejak tahun 1999.

Hasil peringkat ini dirilis oleh Waseda University. Ini adalah tahun ke delapan secara berturut-berturut pemantauan dan survei pengembangan e-Government di seluruh dunia (55 negara) yang di lakukan oleh tim peneliti Prof. Dr.Toshio Obi, Direktur dari Institute of e-Government.

Inilah daftar peringkat yang dirilis oleh Waseda University :

Menurut saya, Indonesia mengalami penurunan peringkat dari 33 ke 40 dari 55 negara. Jika kita bandingkan dengan tahun lalu yakni pada tahun 2013 yang juga pernah saya muat pada artikel
http://ilmamsyah.blogspot.com/2012/05/indonesia-peringkat-ke-33-e-government.html

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda yang membaca artikel yang saya muat ini, untuk nantinya juga berperan aktif menuju masyarakat informasi sehingga e-Government di Indonesia dapat terlaksana dengan baik kedepannya :-)

sumber : http://www.e-gov.waseda.ac.jp/

baca selengkapnya »»  

Peringkat Luar Biasa

Tahun lalu, rajin rasanya aku memantau perkembangan blog ini terutama dari segi peringkat atau yang lebih dikenal dengan istilah page rank. Salah satu situs terkenal yang sudah terbiasa berkecimpung didunia penilaian peringkat website atau blog adalah Alexa.

Kunjungi saja situs tersebut, lalu daftarkan saja jika Anda ingin menilai situs yang dikelola dikatakan aktif ataupun tidak. Ia tidak menjelaskan aktif atau tidak, tetapi itu bisa dilihat dari besarnya angka yang tercantum seperti gambar dibawah ini.
Alexe.com
Gambar diatas merupakan ranking dari blog ini, jika kubandingkan dengan artikel yang pernah kubuat tahun lalu yang berjudul 22,612,300. Maka akan terlihat susunan status rank yang masih berkisar diposisi rata-rata 22 jutaan. Seperti dibawah ini,

Update :
22.582.279
22.619.785
22.555.249
22.561.744
22.487.041
22.494.133
22.498.970
22.475.877

dan ini yang terbaru,

Update :
22.582.279
22.619.785
22.555.249
22.561.744
22.487.041
22.494.133
22.498.970
22.475.877
9.866.861 (terbaru)

Hahahaha, sekian dulu cuy..
Wassalam..

baca selengkapnya »»  

Beda Bebek dengan Ayam

Lama sudah aku tidak membuat artikel di blog ini. Jika dilihat dari arsip blog yang ada dibagian kolom sebelah kanan, terlihat sudah kapan terakhir kali artikel yang kubuat. Yups, tepatnya bulan Oktober tahun 2012 silam. Yaudalah, tidak perlu di kupas tuntas mengenai masalah ini, ini kan blog gue, jadi ya suka suka gue dong...
Hahahaha, sok sok "gue" segala..

Langsung saja,..
Berbicara mengenai Ayam, pastinya yang terpikir di benak ku adalah kentucky. Yaiyalah, tu salah satu jenis masakan olahan dari bahan tepung yang membaluti daging Ayam. Rasanya krispi, renyah dan gurih, tapi ya mesti di goreng dulu gan, tu pun gak sembarangan gorengnya. Mesti ada keahlian khusus, waw...

Beda lagi dengan Bebek, gak pernah aku mendengar istilah tu hewan dibuat sama dengan Ayam. Misal, aku tidak pernah melihat kentucky dengan daging Bebek, entahlah kalau orang lain di luar sana. Tapi setauku begitulah adanya. Tapi Bebek termasuk hewan yang lucu, tidak pernah senyum, lamban, gempal, dan wibawa (untuk kalangan unggas). Sedangkan Ayam, kadang lucu kadang kagak, tingkahnya nyeselin, ceroboh, sok jago, dan suka rusuh. Kurang kerenlah ketimbang si Bebek.


Sebenarnya aku tidak bermaksud membedakan mereka berdua, tapi ya kenyatannya seperti itu. Oleh sebab itu artikel ini kubuat disebabkan kekesalanku pada si Ayam. Karna aku seorang pengendara sepeda motor aktif, terkadang ulah Ayam dijalanan kerap kali membuatku merasa lebih waswas alias harus lebih hati-hati. Apalagi melilhat si Ayam yang sedang nongkrong di tengah jalan (sedang mencari makan), ketika berpapasan mau tidak mau aku mesti menghindar agar tidak terlindas. Tapi sialnya si Ayam justru berlari kearah sepeda motorku yang sudah berusaha untuk menjauhi si Ayam. Ciit, untung saja aku cepat memijak rem dengan reflek, Ayam pun selamat. Aku yang tegang dibuatnya, bukannya apa-apa, jika si Ayam mati terlindas, otomatis urusannya sama sang majikan si pemilik Ayam, pun kalau dia tau. Dan itu akan merogoh kocekku untuk ganti rugi (asuransi) untuk si Ayam.

Beda lagi dengan si Bebek. Si Bebek biasanya kerap lebih tenang jika berhadapan seperti kasus si Ayam yang diatas. Itu juga kualami, jika berpapasan dengan si Bebek ditengah jalan, biasanya si Bebek memutuskan untuk diam ditempat dan menunggu si pengendara melewatinya. Ketenangannya si Bebek ini yang membuat aku lebih suka ketimbang si Ayam.

Pada dasarnya kedua-duanya merupakan hewan unggas, sama-sama bermanfaat jika diolah menjadi olahan masakan yang lezat. Ini hanyalah berdasarkan pengalamanku saja jika berhadapan dengan kedua unggas tersebut di jalanan. So, kewaspadaan dalam mengendarai sepeda motor terdapat pada si pengendaranya itu sendiri. Berhati-hatilah Anda ketika mengendarai segala jenis kendaraan.
Wassalam... 




baca selengkapnya »»  

Menyikapi Kekerasan Anak Bangsa

Bangsa Indonesia di mata dunia pada umumnya dianggap sebagai bangsa yang memiliki banyak keragaman budaya yang berbaur menjadi satu kesatuan yang hidup rukun dan damai dalam satu atap negara Republik Indonesia. Saya tidak tahu pasti dunia mana yang menganggap negara ini selalu hidup rukun dan damai ? Tidak hanya itu tetapi juga aman,tentram dan sejahtera. Seperti apa yang dikatakan dengan hidup rukun dan damai itu ?

Dua pertanyaan yang ada diatas bukanlah suatu hal yang harus dijawab. Sebab semua orang pasti sudah mengetahui jawabannya. Terkecuali pertanyaan pertama dengan kalimat yang terdiri dari 2 kata miring "dunia mana". Hm, jika jawaban yang diajukan tidak logis, pastilah dijawab dengan jawaban dari dunia lain atau dunia luar ataupun dunia antah berantah. Sebenarnya bukan itu, tetapi maksudnya negara mana saja yang menyatakan negara kita ini selalu hidup rukun dan damai serta jauh dari segala sifat anarkis yang memicu kekerasan di semua kalangan.

Setiap hari saya menonton acara berita televisi di stasiun lokal baik swasta maupun milik pemerintah, tidak pernah lepas dari yang namanya tawuran maupun unjuk rasa yang anarkis. Apalagi yang lagi ngetop tawuran antar anak pelajar sekolah SMA yang terjadi di Ibu Kota Jakarta. Bahkan sudah memakan korban jiwa yang matinya sangat mengenaskan. Kenapa anak ingusan seperti itu sudah mengerti yang namanya kekerasan.Padahal mereka kesekolah hanyalah untuk menuntut ilmu dan mencari sedikit bekal untuk masa depan.

Selain kekerasan yang terjadi di kalangan pelajar,masih banyak lagi kekerasan yang terjadi dalam kasus yang berbeda pula. Misal kekerasan yang terjadi didalam geng seperti geng motor dan geng lainnya yang membentuk suatu kumpulan organisasi tidak jelas yang bertujuan menciptakan kekerasan di masyarakat.
Lantas bagaimana kita menyikapi hal ini dan dimanakah peran aparat keamanan kita dalam menyikapinya.
Apalagi kekerasan yang terjadi di kalangan pelajar, inilah yang akan menimbulkan bibit-bibit baru dimasa depan yang nantinya akan menimbulkan kekacauan.


Jadi pada dasarnya, kekerasan di negeri ini merupakan salah satu calon kandidat budaya baru yang akan di perjuangkan dan di lestarikan oleh bangsa kita kedepannya. Mudah-mudahan budaya tidak baik seperti ini hanyalah terjadi pada wilayah-wilayah tertentu saja yang ada di Indonesia. Terutama daerah yang sering terliput oleh media akibat aksi anarkis yang sering terjadi disana. Dan ini bukanlah contoh yang baik bagi daerah lain yang masih rukun, damai, tentram, tertib dan sejahtera.

Seperti kata bang napi, "Ingat, kekerasan tidak hanya terjadi karna ada niat pelakunya, tetapi juga karna ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah...!"
So, jauhi kekerasan, karena itu bukan merupakan karakter bangsa kita.
Wassalam...;)


baca selengkapnya »»  

Pahala pada Malam Bulan Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan....
Tidak terasa sebentar lagi bulan suci ramadhan 1433 H akan segera tiba hanya dalam hitungan hari saja. Walau belum ditetapkan secara pasti hari apa jatuhnya awal ramadhan, tetapi suasana maupun nuansa bulan suci tersebut sudah mulai terasa di benakku. Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling sangat ditunggu oleh seluruh umat islam di seluruh dunia. Sebab segala doa-doa bisa terkabulkan dan seluruh dosa-dosa bisa terhapuskan layak seorang bayi yang baru keluar dari dalam rahim ibunya. Subhanallah....

Pada kesempatan ini saya akan memaparkan beberapa amalan yang mempunyai nilai pahala yang sangat besar pahalanya jika kita laksanakan pada malam bulan suci ramadhan yakni salat Tarawih.
Ketika itu, Ali bin Abu Thalib RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ibadah salat Tarawih yang di laksanakan pada malam bulan puasa, Allah menjajikan bagi hambanya :

Malam ke-1 :
Allah akan menghapus dosa kita layaknya seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibunya tanpa dosa.

Malam ke-2 :
Allah akan menghapus dosa kita dan kedua orang tua kita selagi mereka masih mukmin.

Malam ke-3 :
Malaikat dari Arsy mohon kepada Allah agar menerima seluruh ibadah yang kita perbuat serta menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

Malam ke-4 :
Diberikan pahala kepada kita sebagaimana pahala orang-orang yang telah membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.

Malam ke-5 :
Diberikan pahala kepad kita sebagaimana pahala orang-orang  yang menjalankan salat di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah serta Masjidil Aqsha di Jerussalem.

Malam ke-6 :
Diberikan pahala kepada kita sebagaimana pahala mereka yang tawaf di Baitulmakmur. Serta seluruh batu dan bata pada bangunan itu memintakan ampunan atas dosa-dosa kita.

Malam ke-7 :
Diberikan pahala kepada kita seperti pahala orang yang ikut Nabi Musa AS ketika melawan Raja Fir'aun dan Haman.

Malam ke-8 :
Diberikan pahala kepada kita seperti Allah berikan pahala kepada Nabi Ibrahim AS.

Malam ke-9 :
Akan diberikan pahala kepada kita sesuai dengan ibadah seorang nabi.

Malam ke-10 :
Allah akan memberikan kebahagian di dunia dan di akhirat.

Malam ke-11 :
Dosa kita akan dihapuskan bila mana kita meninggal, seperti baru keluar dari rahim ibu.

Malam ke-12 :
Pada hari kiamat, kita akan bangkit dengan muka cemerlang seperti cahaya bulan.

Malam ke-13 :
Pada hari kiamat, kita akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.

Malam ke-14 :
Para malaikat memberi kesaksian salat Tarawih kita, dan Allah tidak menghisab kita lagi.

Malam ke-15 :
Kita akan menerima shalawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.

Malam ke-16 :
Kita akan mendapat tulisan 'selamat' dari Allah, kita bebas masuk surga dan lepas dari api neraka.

Malam ke-17 :
Allah akan memberi pahala kepada kita sesuai pahala para nabi.

Malam ke-18 :
Malaikat akan memohon kepada Allah agar kita dan kedua orangtua kita senantiasa mendapat restu.

Malam ke-19 :
Allah akan mengangkat derajat kita ke Firdaus yaitu surga yang tinggi.

Malam ke-20 :
Diberikan pahala kepada kita sesuai pahala para syuhada dan salihin.

Malam ke-21 :
Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk kita di surga.

Malam ke-22 :
Kita akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat karena kita terhindar dari rasa yang amat menakutkan.

Malam ke-23 :
Allah akan membuatkan sebuah kota untuk kita di dalam surga.

Malam ke-24 :
Allah akan mengabulkan 24 permohonan kita selagi masih hidup di dunia.

Malam ke-25 :
Kita akan bebas dari siksa kubur.

Malam ke-26 :
Allah akan mengangkat derajat amal kebaikan kita sebagaimana derajat amal kebaikan kita selama 40 tahun.

Malam ke-27 :
Kita akan secepat kilat bila melewati Siratulmustakin nantinya.

Malam ke-28 :
Akan dinaikkan derajat kita sebesar 1000 kali oleh Allah di dalam surga nantinya.

Malam ke-29 :
Allah akan memberi pahala kepada kita seperti kita menjalani ibadah haji sebanyak 1000 kali yang diterima Allah (haji mabrur).

Malam ke-30 :
Allah menyuruh kepada kita untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabil (air surga). Karena Allah Tuhan kita dan kita hamba-Nya yang selalu setia.

Mudah-mudahan dengan pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada kita yang menunaikan amalan di malam bulan suci ramadhan dapat memicu semangat kita untuk lebih giat lagi melaksanakan amalan tersebut.
Selamat menunaikan ibadah puasa 1433 H, sebelumnya saya mohon maaf lahir dan batin.
Assalamu'alaikum Wr. Wb. :)


baca selengkapnya »»  

Sistem Algoritma Semut (Ant System Algorithm)

Pada artikel ini, saya akan membagikan sedikit pemahaman mengenai salah satu algoritma yang digunakan dalam Artificial Intelligence (AI) atau yang dikenal dengan sebutan kecerdesan buatan yaitu Sistem Algoritma Semut (Ant System Algorithm). 


> Pengenalan
Swarm intelligence merupakan pendekatan yang tergolong baru untuk menyelesaikan masalah. Swarm intelligence terinspirasi dari sejumlah perilaku sosial serangga dan hewan lainnya. Secara khususnya, semut telah menjadi inspirasi bagi sejumlah metode dan teknik sehingga menghasilkan salah satu algoritma yang paling banyak diteliti dan paling sukses dalam dunia swarm intelligence yang dinamakan Ant Colony Optimization (ACO).

Marco Dorigo adalah pencetus algoritma ACO untuk menyelesaikan beberapa masalah optimisasi dikrit. Secara umumnya algoritma ACO meniru cara semut nyata mencari rute terpendek antara sumber makanan dan sarang semut. Para semut berkomunikasi satu dengan lainnya dengan perantara jalur feromon dan melakukan pertukaran informasi secara tidak langsung mengenai jalan manakah yang harus diikuti. Jalur dengan kadar feromon tinggi akan mendapat perhatian lebih sehingga semut-semut lainnya akan menggunakan jalan tersebut. Akibat dari ini adalah peningkatan kadar feromon pada jalan yang semakin sering digunakan semut. Jalur yang jarang dilewati akan memiliki kadar feromon yang semakin menipis. Hal ini disebabkan karena kecenderungan feromon untuk mengalami penguapan.

Komunikasi tak langsung seperti ini diistilahkan dengan kata stigmergi, dan menghasilkan kemampuan pencarian jalur terpendek bagi koloni semut. Algoritma pertama yang menggunakan prinsip dari ACO meta-heuristik adalah Ant System (AS) dimana para semut secara iteratif mengembangkan solusi dan menambahkan feromon pada jalur yang sesuai pada solusi tersebut. Pemilihan jalur adalah prosedur stokastik yang melibatkan 2 parameter yaitu nilai feromon dan nilai heuristik. Nilai feromon memberikan indikasi dari jumlah semut yang memilih jalur yang paling sering dilewati, sedangkan nilai heuristik bergantung pada masalah dan memiliki bentuk yang berbeda pada kasus yang berbeda pula.

ACO secara umum dapat dikembangkan sehingga dapat menyelesaikan beragam masalah seperti jalur kendaraan, penjadwalan, travelling salesman problem. Bahkan pada tahun 2007 mulai dikembangkan untuk topik data mining domain, clustering, klasifikasi.


> Ant System Algorithm
Algoritma Ant System (AS) adalah algoritma ACO pertama yang dirumuskan dan diuji untuk menyelesaikan kasus TSP (Dorigo, M., Maniezzo, V., dan Colorni, A., 1996). Algoritma ini tersusun atas sejumlah m semut yang bekerjasama dan berkomunikasi secara tidak langsung melalui komunikasi Pheromone. Secara informal, AS bekerja sebagai berikut: Setiap semut memulai tournya melalui sebuah titik yang dipilih secara acak (setiap semut memiliki titik awal yang berbeda). Secara berulang kali, satupersatu titik yang ada dikunjungi oleh semut dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah tour. Pemilihan titik-titik yang akan dilaluinya didasarkan pada suatu fungsi probabilitas, dinamai aturan transisi status (state transition rule), dengan mempertimbangkan visibility (invers dari jarak) titik tersebut dan jumlah Pheromone yang terdapat pada ruas yang menghubungkan titik tersebut. Semut lebih suka untuk bergerak menuju ke titik-titik yang dihubungkan dengan ruas yang pendek dan memiliki tingkat Pheromone yang tinggi (Dorigo, M., dan Gambardella, L. M., 1997). Setiap semut memiliki sebuah memori, dinamai tabulist, yang berisi semua titik yang telah dikunjunginya pada setiap tour. Tabulist ini mencegah semut untuk mengunjungi titik-titik yang sebelumnya telah dikunjungi selama tour tersebut berlangsung, yang membuat solusinya mendekati optimal.
Setelah semua semut menyelesaikan tour mereka dan tabulist mereka menjadi penuh, sebuah aturan pembaruan Pheromone global (global Pheromone updating rule) diterapkan pada setiap semut. Penguapan Pheromone pada semua ruas dilakukan, kemudian setiap semut menghitung panjang tour yang telah mereka lakukan lalu meninggalkan sejumlah Pheromone pada edge-edge yang merupakan bagian dari tour mereka yang sebanding dengan kualitas dari solusi yang mereka hasilkan.

Semakin pendek sebuah tour yang dihasilkan oleh setiap semut, jumlah Pheromone yang ditinggalkan pada edge-edge yang dilaluinya pun semakin besar. Dengan kata lain, edge-edge yang merupakan bagian dari tour-tour terpendek adalah edge-edge yang menerima jumlah Pheromone yang lebih besar. Hal ini menyebabkan edge-edge yang diberi Pheromone lebih banyak akan lebih diminati pada tour-tour selanjutnya, dan sebaliknya edge-edge yang tidak diberi Pheromone menjadi kurang diminati. Dan juga, rute terpendek yang ditemukan oleh semut disimpan dan semua tabu list yang ada dikosongkan kembali. Peranan utama dari penguapan Pheromone adalah untuk mencegah stagnasi, yaitu situasi dimana semua semut berakhir dengan melakukan tour yang sama. Proses di atas kemudian diulangi sampai tour-tour yang dilakukan mencapai jumlah maksimum atau sistem ini menghasilkan perilaku stagnasi dimana sistem ini berhenti untuk mencari solusi alternatif.

Itulah sekilas artikel yang bisa saya muat mengenai Ant System Algorithm (Sistem Algoritma Semut), semoga dapat bermanfaat bagi kita semua :)

Referal :
An Improved Ant System Algorithm for the Vehicle Routing Problem
Ant colonies for the traveling salesman problem
A new rank based version of the Ant System

baca selengkapnya »»  

Algoritma Kunang - Kunang (Firefly Algorithm)

Firefly Algorithm atau Algoritma Kunang-Kunang termasuk salah satu algoritma pada bidang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Untuk memahami lebih lanjut mengenai metode dan juga formula yang terdapat pada firefly algorithm, marilah simak penjelasan singkat dibawah ini.

Metode Firefly Algorithm (FA)

Pada bidang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ada istilah swarm intelligence yang diartikan sebagai desain algoritma atau alat problem solving terdistribusi yang terinspirasi oleh perilaku sosial kolektif koloni serangga dan koloni binatang (Riza L.S, 2010). Firefly Algorithm merupakan salah satu dari swarm intelligence tersebut. Firefly Algorithm adalah sebuah algoritma metaheuristik yang terinspirasi dari perilaku berkedip kunang-kunang. 

Algoritma ini dikembangkan oleh Dr Xin-She Yang di Universitas Cambridge pada tahun 2007. Formulasi umum dari algoritma ini disajikan bersama-sama dengan pemodelan matematika analisis untuk memecahkan masalah dengan tujuan ekuivalen fungsi. Hasilnya dibandingkan dengan yang diperoleh dengan teknik alternatif yang diusulkan oleh literatur untuk menunjukkan bahwa ia mampu menghasilkan solusi optimal baik dan benar (Yang X.S, 2010). 

Secara khusus, meskipun algoritma kunang-kunang memiliki banyak kemiripan dengan algoritma lain yang didasarkan pada kecerdasan kawanan, seperti yang terkenal Particle Swarm Optimization (PSO), Artificial Bee Colony optimization (ABC), dan Algoritma Bacterial Foraging (BFA), memang jauh lebih sederhana baik dalam konsep dan implementasi. Selanjutnya, algoritma ini sangat efisien dan dapat mengungguli algoritma konvensional lainnya, seperti algoritma genetika, untuk memecahkan banyak masalah optimasi. 

Dr Xin-She Yang merumuskan firefly algorithm sebagai berikut (Broersma, H, 2010) : 
1. Semua kunang-kunang itu unisex, jadi suatu kunang-kunang akan tertarik pada kunang-kunang yang lain. 
2. Daya tarik sebanding dengan tingkat kecerahan kunang-kunang, kunang-kunang dengan tingkat kecerahan lebih rendah akan tertarik dan bergerak ke kunang-kunang dengan tingkat kecerahan lebih tinggi, kecerahan dapat berkurang seiring dengan bertambahnya jarak dan adanya penyerapan cahaya akibat faktor udara. 
3. Kecerahan atau intensitas cahaya kunang-kunang ditentukan oleh nilai fungsi tujuan dari masalah yang diberikan. Untuk masalah maksimisasi, intensitas cahaya sebanding dengan nilai fungsi tujuan. 


Keatraktifan Firefly 


Ada dua hal yang berkaitan dan sangat penting dalam firefly algorithm yaitu itensitas cahaya dan fungsi keatraktifan. Dalam hal ini banyak dari kita berasumsi bahwa keatraktifan dipengaruhi oleh tingkat itensitas cahaya. Untuk kasus yang paling sederhana contohnya masalah optimasi maksimum, tingkat itensitas cahaya pada sebuah kunang-kunang x dapat dilihat sebagai, 
  
  I (x) = f (x) 

Dengan nilai I merupakan tingkat itensitas cahaya pada x kunang-kunang yang sebanding terhadap solusi fungsi tujuan permasalahan yang akan dicari f(x). Keatraktifan β yang bernilai relatif, karena itensitas cahaya yang harus dilihat dan dinilai oleh kunang-kunang lain. Dengan demikian, hasil penilaian akan berbeda tergantung dari jarak antara kunang-kunang yang satu dengan yang lainnya rij. Selain itu, itensitas cahaya akan menurun dilihat dari sumbernya dikarenakan terserap oleh media contohnya udara γ (Yang X.S, 2010). 

Fungsi keatraktifan ialah sebagai berikut (Yang X.S, 2010) : 


Jarak Antara Firefly 

Jarak antara kunang-kunang i dan j pada lokasi x, xi dan xj dapat ditentukan ketika dilakukanya peletakan titik dimana firefly tersebut disebar secara random dalam diagram kartesius dengan rumus (Yang X.S, 2010). 

 
Dimana selisih dari koordinat lokasi kunang-kunang i terhadap kunang-kunang j merupakan jarak diantara keduanya (rij). 


Pergerakan Firefly 

Pergerakan kunang-kunang i yang bergerak menuju tingkat itensitas cahaya yang terbaik dapat dilihat dari persamaan berikut (Yang X.S, 2010) : 

 

Dimana variable awal xi menunjukan posisi awal kunang-kunang yang berada pada lokasi x, kemudian persamaan kedua yang terdiri dari variable β0 = 1.0 variabel ini merupakan nilai keaktratifan awal pada firefly, variabel (exp) bilangan eksponensial, variabel γ =1.0 merupakan nilai untuk tingkat penyerapan pada lingkungan sekitar firefly yaitu udara dan terakhir rij merupakan variabel selisih jarak awal antara firefly i dan j . Semua variabel pada persamaan kedua tersebut diberikan dari fungsi keatraktifan firefly yang mana menentukan tingkat kecerahan. Selanjutnya persamaan ketiga terdiri dari selisih nilai solusi pada firefly i terhadap firefly j. Kemudian fungsi persamaan pergerakan firefly secara random (rand) yang menunjukan adanya bilangan random yang kisarannya antara [0,1]. variabel α yang memiliki kisaran antara [0,1] biasa ditentukan dengan nilai 0,2. Semua variabel yang terbentuk pada persamaan pergerakan firefly menjamin cara kerja algoritma cepat menuju solusi yang optimal (Broersma H, 2010).  
Flowchart Algoritma Firefly (Zulkifli, 2009)

Prosedur standar untuk menerapkan Firefly Algorithm adalah sebagai berikut : 
1. Inisialisasi populasi firefly, jumlah iterasi dan parameter firefly algorithm. 
2. Evaluasi fungsi fitness pada tiap firefly. 
3. Inisialisasi fungsi fitness awal sebagai penentuan tingkat itensitas cahaya awal. 
4. Update pergerakan tiap firefly menggunakan persamaan pergerakan (persamaan 2.26). 
5. Bandingkan tiap calon firefly terbaik dari nilai fungsi fitness agar mendapatkan nilai firefly terbaik. 
6. Lakukan sampai batas iterasi atau sampai mendapatkan firefly dengan fungsi fitness yang cukup baik.

sumberPerpustakaan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) / ( repository.upi.edu/ )

baca selengkapnya »»